Minggu, 10 April 2016

SOFTSKILL 2



Direksi terdiri dari satu orang direktur utama, tiga orang wakil direktur utama dan enam orang direktur.
Tugas utama dari direksi :
·         Menentukan usaha sebagai pimpinan umum dalam mengelola perusahaan.
·         Memegang kekuasaan secara penuh dan bertanggung jawab terhadap pengembangan     perusahaan secara keseluruhan.
·         Menentukan kebijakan yang dilaksanakan perusahaan, melakukan penjadwalan seluruh kegiatan perusahaan.
Tanggung jawab dari direksi:
Untuk mengelola usaha perseroan sesuai anggaran dasar. Pada tahun 2006 secara formal direksi mengadakan tiga kali rapat direksi untuk mengevaluasi kinerja operasional dan keuangan perseroan, serta meninjau strategi dan hal-hal penting lainnya. Selain itu beberapa pertemuan informal juga dilaksanakan untuk membahas dan menyetujui hal-hal yang membutuhkan perhatian dengan segera.

2. Dirktur utama
·         Mengkoordinasikan dan mengendalikan kegiatan-kegiatan di bidang administrasi keuangan,kepegawaian dan kesekretarian.
·         Mengkoordinasikan dan mengendalikan kegiatan pengadaan dan peralatan perlengkapan.
·         Merencanakan dan mengembangkan sumber-sumber pendapatan serta pembelanjaan dan kekayaan perusahaan.
·         Mengendalikan uang pendapatan, hasil penagihan rekening penggunaan air dari langganan.
·         Melaksanakan tugas-tugas yang di berikan Dewan Direksi.
·         Dalam melaksanakan tugas-tugas Direktur Umum bertanggung jawab kepada Dewan direksi.
·         Memimpin seluruh dewan atau komite eksekutif.
·         Menjalankan tanggung jawab dari direktur perusahaan sesuai dengan standaretika dan hokum, sebagai refrensi dalam (apapun standar dokumen kebijakan direktur yang mungkin anda gunakan)

3.  Direktur
·         Menetapkan Prosedur kegiatan perusahaan ditiap-tiap manajer untuk mencapai sasaran yang ditetapkan perusahaan.
·         Menetapkan tujuan dari tiap-tiap manajer yang ada.
·         Mengawasi dan mengkoordinir kegiatan-kegiatan dari manajer secara periodik dan pertanggungjawabannya.
·         Mengadakan pengangkatan, mutasi dan pemberhentian karyawan beserta gajinya.
·         Menetapkan kebijakan operasional perusahaan untuk jangka pendek.
·         Sebagai pimpinan dari perusahaan.
Direktur bertanggung jawab atas kerugian PT yang disebabkan direktur tidak menjalankan kepengurusan PT sesuai dengan maksud dan tujuan PT anggaran dasar, kebijakan yang tepat dalam menjalankan PT serta UU No. 40 Tahun 2007 Tentang Perseroan Terbatas. Atas kerugian PT, direktur akan dimintakan pertanggungjawabannya secara perdata.
Apabila kerugian PT disebabkan kerugian bisnis dan direktur telah menjalankan kepengurusan PT sesuai dengan maksud dan tujuan PT anggaran dasar, kebijakan yang tepat dalam menjalankan PT serta UU No. 40 Tahun 2007 Tentang Perseroan Terbatas, maka direktur tidak dapat dipersalahkan atas kerugian PT.
4. Direktur Keuangan
·         Direktur keuangan dapat membentuk organ setingkat di bawahnya yang jumlahnya di tetapkan dengan persetujuan Dewan Direksi.
·         Mengawasi Operasional mengenai keuangan perusahaan.
·         Melakukan pengecekan lapangan mengenai bagian keuangan
·         Meminta pertanggungjawaban dari tiap-tiap bagian yang ada dibawahnya
·         Mempertanggungjawabkan kegiatan yang ada mengenai bagian keuangan
·         Menetapkan prosedur pelaksanaan secara rinci tentang keuangan
·         Menetapkan standar pekerjaan lapangan untuk menjamin tidak adanya kebocoran dalam bagian keuangan.

5.   Direktur Personalia
·         Mengembangkan system perencanaan personalia dan pengendalian kebijakan pegawai
·         Melaksanakan Kebutuhan administrasi dan kepagawaian.
·         Membina pengembangan staff administrasi

6.   Manager
Tugas seorang manager adalah bagaimana mengintegrasikan berbagai macam variabel (karakteristik, budaya, pendidikan dan lain sebagainya) kedalam suatu tujuan organisasi yang sama dengan cara melakukan mekanisme penyesuaian.

Adapun mekanisme yang diperlukan untuk menyatukan variabel diatas adalah sebagai berikut:
·         Pengarahan (direction) yang mencakup pembuatan keputusan, kebijaksanaan, supervisi, dan lain-lain.
·         Rancangan organisasi dan pekerjaan.
·         Seleksi, pelatihan, penilaian, dan pengembangan.
·         Sistem komunikasi dan pengendalian.
·         Sistem reward.
7. Manager Personalia
·         Pengorganisasian, perencanaan program & pengendalian Unit Personalia
·         Flow Process Administrasi seluruh kegiatan Personalia
·         Proses & Prosedur Rekrutmen : searching, interview, test and selection.
·         Remuneration Management : Struktur dan Skala Gaji, Basic Salary, Allowance, Incentive & Overtime.
·         System Penilaian Kinerja Karyawan
·         Seluruh Perizinan Ketenaga Kerjaan
·         Promosi, Mutasi & Demosi serta PHK
·         Handling karyawan Tetap, Kontrak & Harian serta PKL
·         Perjalanan Dinas dalam/luar negeri serta fasilitasnya
·         Training & Evaluasi
·         Medical, Hospital, Asuransi & Dana Pensiun karyawan
·         Benefit & Fasilitas Lainnya
·         System Penyediaan Data Karyawan, Surat-surat serta Form Administrasi kegiatan personalia
·         Buat dan pastikan System Dokumentasinya yang Efektif
·         Buat System pelaporan Seluruh Kegiatan Personalia.

8.   Manager Pemasaran
·         Menetapkan prosedur operasional Informasi yang lebih efisien
·         Melaporkan hasil kerja kepada direktur secara berkala.
·         Bertanggungjawab penuh tentang fungsi dan tugas sebagai kepala bagian pemasaran secara berkala kepada direktur.

9. Manager Pabrik
A. Berkaitan Kepada Direktur :
a) Bertanggung jawab kepada direktur perusahaan langsung.
b) Melakukan konsultasi berkala supaya tercapai keselarasan pelaksanaan tugas.

B. Berkaitan Dengan Produksi :
a) Bersama-sama dengan bagian lain untuk mengantisipasi dan mengatasi berbagai persoalan produksi
b) Mengarahkan setiap bagian yang di tunjuk oleh direktur perusahaan.
c) Bersama-sama dengan supervisor menangani masalah pabrik.
Manajer pabrik membawahi PPC, Produksi, Pembelian, dan Gusang Bahan Buku. 
11.   Divisi
·         Mengelola asset untuk menjalankan bisnis secara benar sesuai arah perusahaan.
·         Menyepakati target kinerja dengan direksi.
·         Beroperasi sebagai badan usaha yang member keuntungan kepada pemilik modal.
·         Menjalankan kebijakan dan prosedur baku yang di tetapkan oleh Kantor Pusat.
·         Menciptakan dan Meningkatkan nilai tambah perusahaan bagi pemilik modal, calon penanam modal dan pemangku kepentingan.


2. Hubungan Timbal Balik Antara Organisasi dan Metode (Tata Kerja)
Dengan adanya metode atau tata kerja dalam organisasi sehingga pada proses kegiatan dapat menyusun perencanaan kerja, dengan lebih terkoordinir dalam membentuk sekelompok manusia yang melakukan kerjasama dengan memanfaatkan waktu yang ada dengan sebaik-baiknya dan tepat dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Sehingga hubungan timbale baliknya juga sangat baik.
Hubungan Timbal Balik Antara Organisasi, Manajemen dan Metode (Tata Kerja)
Jika ada organisasi, manajemen dan metodenya dilakukan dengan kerjasama yang baik, pemanfaatan sumber-sumber dan waktu yang ada dapat dilakukan secara tepat dan lebih terordinir sesuai dengan proses kegiatan yang ditetapkan maka untuk mencapai tujuan akan dapat hasil yang lebih efsien dan efektif serta lebih maksimal. Karena ketiganya jika dilakukan sesuai dengan tugasnya maka hubungan timbal balik itu akan saling menguntungkan untuk ketiganya
3.  Mengklasifikasikan kegiatan-jenis dalam organisasi yang masuk dalam ruang lingkup O&M Perusahaan

Ruang lingkup organisasi dan metode
A. Sifat dan maksud organisasi dan metode
Sebelum membahas apa saja yang termasuk dalam ruang lingkup organisasi metode, kita akan membahas apa yang menjadi sifat dan maksud organisasi metode. Karena ruang lingkup organisasi metode akan menyangkut efisiensi prosedur tata cara kerja yang dipakai dalam melaksanakan fungsi fungsi menejemen. Sedangkan pengertian organisasi dan metode, antara manajemen , organisasi, dan tata cara kerja merupakan satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan, artinya kalau tata cara kerjanya sudah efisien maka diharpkan kegiatan pelaksanaan fungsi fungsi manajemen dalam organisasi akan berjalan lancar. Jadi dalam hal ini sifat dan maksud organisasi metode adalah pelayanan terhadap manajer dan administrasi yang berusaha memajukan tata cara kerja yang dipegunakan untuk pencapaian efisiensi yang maksimal pada organisasi tersebut.
B. Pengertian efisien
Efisien adalah perbandingan terbalik atau rasionalitas antara hasil yang diperoleh ata output dengan kegiatan yang dilakukan serta sumber daya dan waktu nyang akan digunakan.
Jika dirumuskan :
Efisien = output
input
Efisien harus diperhatikan benar benar karena merupakan syarat dan tujuan pada pelaksanaan kerja, sehingga organisasi dan metode sebagai bantuan secara teknis dan praktis dalam melaksanakan fungsi manajemen bisa memanfaatkan sumber sumber yang tersedia secara maksimal. Syarat pencapaian efisien dalam organisasi dan metodeadalah :
1. Pencapaian target haruslah berhasil guna, maksudnya target sesuai dengan waktu yang telah di tetapkan, tetapi mutu dari hasil kerja tersebut juga harus diperhatikan.
2. Ekonomis artinya dalam pencapaian effective (berhasil guna) penggunaan sumber daya (biaya, tenaga, material, peralatan, dan waktu) digunakan setepat tepatnya.
3. Pelaksanaan kerja bisa dipertanggung jawabkan
4. Harus benar benar mencerminkan pembagian kerja yang nyata karena adanya keterbatasan kemampuan perseorangan
5. Rasionalitas wewenang dan tanggung jawab, artinya antara wewenang dan tanggung jawab yang dibebankan harus seimbang.
6. Prosedur kerja yang praktis, dapat dikerjakan dan dapat dilaksanakan. Hal ini untuk mencerminkan bahwa organisasi dan metode adalah kegiatan yang praktis maka targetnya adalah efektif dan ekonomis, pelaksanaan kerja dapat dipertanggung jawabkan, serta pelayanan yang memuaskan.

https://rahayuevendy.wordpress.com/2014/10/11/struktur-organisasi-dan-tugas-untuk-setiap-posisi/

http://garniswulandari16.blogspot.co.id/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar